https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/issue/feed Jurnal Masyarakat Sehat 2026-07-21T17:25:09+08:00 Jurnal Masyarakat Sehat jurnalmasyarakatsehat@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Masyarakat Sehat (JMS)</strong> memuat artikel ilmiah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan dan keperawatan, yang berfokus pada penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.</p> <p>Sebagai media publikasi akademik, <strong>Jurnal Masyarakat Sehat (JMS)</strong> bertujuan untuk memberikan ruang bagi para dosen, peneliti, mahasiswa, serta praktisi untuk mendiseminasikan hasil kegiatan pengabdian yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Melalui penerbitan artikel-artikel berkualitas, JMS diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan pengetahuan, inspirasi bagi kegiatan pengabdian berkelanjutan, serta referensi ilmiah bagi pengembangan bidang kesehatan dan keperawatan di Indonesia.</p> https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/11 Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Vitamin A pada Anak Risiko Stunting di Posyandu Pegadingan 2025-11-26T12:06:18+08:00 Casman Casman casman@untirta.ac.id Eli Amaliyah eli.amaliyah@untirta.ac.id Rahmitha Sari rahmitha.sari@untirta.ac.id Baiq Lita bq.fitria@untirta.ac.id Syafrina Djuria syafrina@untirta.ac.id Jajang Waluya jajangganjarwaluya@gmail.com <p><em>Stunting merupakan masalah kesehatan anak yang masih menjadi prioritas nasional sehingga perlu dilakukan pencegahan. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu deteksi dini stunting dan pemberian makanan tambahan (PMT). Pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan upaya pencegahan komplikasi anak balita berisiko stunting. Pengabdian ini dilaksanakan bersama posyandu dengan sistem 6 meja dan pemberian makanan tambahan secara langsung ke rumah warga setelah pengukuran tinggi badan atau panjang badan anak. Target anak balita di Posyandu Pegadingan dengan jumlah sebanyak 36 anak balita.&nbsp; Terdapat 31 anak yang mendapatkan vitamin A dan 5 anak balita yang diberikan telur ke rumah langsung sebagai bagian dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pelaksanaan pemberian vitamin A dan PMT berjalan sukses, sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi anak balita berisiko stunting. </em></p> 2026-07-21T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Masyarakat Sehat https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/14 Pendidikan Kesehatan tentang Pemberian MP-ASI yang Tepat untuk Cegah Stunting 2026-04-16T11:37:48+08:00 Dwi Ayu Lestari 2520721041@mahasiswa.upnvj.ac.id ROKHAIDAH ROKHAIDAH rokhaidah@upnvj.ac.id <p><em>Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat pada masa 1.000 hari pertama kehidupan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan terkait MP-ASI di wilayah Posyandu Anggrek I Bedahan, Puskesmas Pengasinan, Kota Depok. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pretest dan posttest pada 40 ibu yang dipilih secara purposive. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi sebesar 7 poin, dengan nilai pre tes 81 dan nilai post test 88. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting melalui pemberian MP-ASI yang tepat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif preventif yang berkelanjutan, serta disarankan adanya pendampingan praktik pemberian MP-ASI secara langsung untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam penerapan di kehidupan sehari-hari</em></p> 2026-07-21T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Masyarakat Sehat https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/15 Pemberdayaan Pengetahuan Ibu Tentang Penggunaan Parasetamol Secara Swamedikasi Di Desa Patane II Kecamatan Porsea 2026-04-21T17:35:39+08:00 Hepni Sibagariang hepni.bagariang89@gmail.com Fitri Yanti fitriyanti0588@gmail.com Ledytri Butarbutar ledybutarbutar086@gmail.com <p><em>Demam merupakan keadaan suhu tubuh di atas suhu normal, yaitu suhu tubuh di atas 38 C (Ismoedijanto, 2016). Demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus, paparan panas yang berlebihan (overheating), kekurangan cairan (dehidrasi), alergi serta gangguan sistem imun. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi penggunaan obat demam yang banyak digunakan dengan cara swamedikasi Pada Masyarakat Desa Patane II Kecamatan Porsea Kabupaten Toba. Unsur-unsur yang terlibat Kepala Desa, kader, perangkat desa, Bidan desa, masyarakat, Dosen dan mahasiswa STIKes Arjuna. Kegiatan PKM dilaksanakan secara langsung dengan memberikan edukasi berupa ceramah dan pembagian leaflet tentang penggunaan obat parasetamol secara swamedikasi. PKM memberi dampak positif pada masyarakat hal ini terlihat dari peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat parasetamol, sebelum diberikan materi pengetahuan masyarakat baik diperoleh rata -rata nilai 83,80% dan meningkat menjadi 94,40% sesudah penyuluhan dengan kategori pengetahuan baik. Tujuan dari kegiatan ini sudah tercapai dan kegiatan tidak menemukan kendala, sehingga luaran yang diharapkan dapat tercapai</em></p> 2026-07-21T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Masyarakat Sehat https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/17 Penanggulangan Hipertensi dalam meningkatkan kualitas hidup pada Lansia Di Desa Lumban Pea 2026-05-12T12:30:18+08:00 Elfrida Nainggolan elfridanainggolan29@gmail.com Rina Marlina Manalu rinamarlinamanalu556@gmail.com Jenti Sitorus jentisitorus5@gmail.com <p><em>Hipertensi merupakan kondisi kronik Ketika tekanan darah pada donding arteri meningkat melebihi batas normal dengan gejala sakit kepala berat, pusing, pandangan kabur,nyeri dada dan sesak nafas.</em><em>Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi penanggulangan hipertensi &nbsp;Pada lansia di Desa Lumban Pea Kecamatan Balige Kabupaten Toba. Unsur-unsur yang terlibat Kepala Desa, kader, perangkat desa, Bidan desa, masyarakat, Dosen dan mahasiswa Akper HKBP. Kegiatan PKM dilaksanakan secara langsung dengan memberikan edukasi berupa ceramah, home visit dengan menggunakan media pembelajaran dan membagikannya berupa leaflet, poster dan flyer tentang penanggulangan Hipertensi. PKM memberi dampak positif pada masyarakat hal ini terlihat dari peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penanggulangan hipertensi, sebelum diberikan materi pengetahuan masyarakat mayoritas cukup 54.2%, dan setelah penyampaian materi pengetahuan masyarakat menjadi mayoritas baik 60.1%. Tujuan dari kegiatan ini sudah tercapai dan kegiatan tidak menemukan kendala, sehingga luaran yang diharapkan dapat tercapai.</em></p> 2026-07-21T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Masyarakat Sehat https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/18 Edukasi Dibates Melitus dan Pencegahannya didusun I Pasar Tambunan desa Lumban pea Kecamatan Balige Kabupaten Toba 2026-05-12T13:22:38+08:00 Rina Marlina Manalu rinamarlinamanalu556@gmail.com Elfrida Nainggolan elfridanainggolan29@gmail.com <p><em>Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Perubahan gaya hidup seperti pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta obesitas menjadi faktor utama meningkatnya kasus diabetes melitus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes melitus dan pencegahannya di Dusun I Pasar Tambunan Desa Lumban Pea Kecamatan Balige Kabupaten Toba. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah dan pembagian leaflet. Kegiatan dilaksanakan tanggal 31 Maret 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari masyarakat, perangkat desa, kader, bidan desa, dosen, dan mahasiswa Akademi Keperawatan HKBP Balige. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan 20 pertanyaan terkait diabetes melitus dan pencegahannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 20 orang (66%), sedangkan setelah penyuluhan mayoritas peserta memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 20 orang (66%). Hasil menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan p= 0,000 (&lt;0,05). Kegiatan edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes melitus dan upaya pencegahannya sehingga diharapkan masyarakat menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya diabetes melitus</em></p> 2026-07-21T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Masyarakat Sehat https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/19 Pemberdayaan Pengetahuan Dan Sikap Siswi SMK Swasta Arjuna Laguboti Terhadap Penggunaan Krim Pemutih Berbahaya Pada Wajah 2026-05-13T02:22:57+08:00 Faisal Yusuf faisalyusuf0302@gmail.com Ferawati Ginting gintingferawati788@gmail.com Novita Iranda Sihombing novitairanda143@gmail.com <p>kincare adalah serangkaian kegiatan perawatan kulit wajah untuk menjaga kesehatan dan tampilan kulit, sekaligus mengatasi berbagai masalah pada kulit wajah. Kegiatan ini terdiri dari penggunaan beberapa jenis produk yang masing- masing produknya memiliki fungsi berbeda sesuai dengan kandungan di dalamnya. Pemakaian kosmetik ini diperlukan oleh semua orang khususnya wanita, ingin tampil cantik merupakan hal yang alami bagi wanita. Belakangan ini jelas kosmetik yang banyak digunakan oleh wanita Indonesia adalah produk whitening cream yang dikenal sebagai krim pemutih. Penggunaan krim pemutih kulit wajah secara terus menerus di kalangan remaja akan memberikan dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Padahal belum tentu krim pemutih kulit wajah yang mereka gunakan adalah krim pemutih kulit wajah yang mendapat izin resmi dari pemerintah dan tidak berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap penggunaan krim pemutih berbahaya pada wajah .Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif, penelitian ini di SMK Swasta Arjuna. Sampel pada penelitian ini adalah siswi kelas XI berusia 16-18 tahun berjumlah 64 responden yang diambil secara acak berstrata (Stratified Random Sampling). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan penggunaan krim pemutih berbahaya pada wajah termasuk dalam kategori baik berjumlah 64 responden (100%) dan tingkat sikap terbanyak adalah dalam kategori baik berjumlah 56 responden (87,5%). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan sikap dipengaruhi oleh pengetahuan, semakin baik pengetahuan maka semakin baik juga sikap dan begitu sebaliknya dan disarankan kepada instansi terkait untuk tetap melakukan penyuluhan di desa dan daerah lainnya</p> 2026-07-21T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Masyarakat Sehat https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/21 Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Antibiotik Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Di Desa Dolok Nagodang Kecamatan Uluan 2026-05-18T13:10:28+08:00 Heny Kurniasari henykurniasari@gmail.com Ully Widya Rochmatil Ully Widya Rochmatil ullywidya02@gmail.com Melanie Putri Pakpahan melanypakpahan003@gmail.com <p>Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Tingginya insiden penyakit infeksi mengakibatkan tinggi pula penggunaan obat jenis ini. Penggunaan antibiotik yang tidak baik dan tidak benar sebagai akibat dari ketidaktahuan masyarakat terhadap antibiotik dapat menyebabkan resistensi antibiotik, yang dapat mengakibatkan pada kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Dolok Nagodang Kecamatan Uluan terhadap penggunaan antibiotik sebelum dan setelah penyuluhan. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan responden sebanyak 77 orang yang diambil secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan tabulasi dalam bentuk nilai skor, dihitung total skor lalu dipersentasekan. Skoring untuk setiap jawaban dari kuesioner diolah berdasarkan Skala Gutman. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat Desa Dolok Nagodang Kecamatan Uluan tentang penggunaan antibiotik sebelum penyuluhan tergolong tingkat pengetahuan kategori cukup dengan (40,25%), setelah dilakukan penyuluahn tingkat pengetahuan menjadi kategori baik dengan persentase (93,50%). Angka persentase tersebut menjelaskan bahwa sebelum penyuluhan masyarakat cukup mengetahui tentang pengetahuan, aturan pakai, indikasi maupun efek samping antibiotic, setelah penyuluhan pengetahuan Masyarakat dikategorikan baik.</p> 2026-07-21T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Masyarakat Sehat https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/20 Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang expired date dan Beyond use date obat pada Ibu Kader dan PKK Desa Sigumpar 2026-05-18T13:04:52+08:00 Ully Widya Rochmatil Ulla ullywidya02@gmail.com Heny Kurniasari henykurniasari@gmail.com Melanie Putri Pakpahan melanypakpahan003@gmail.com <p>Expired Date (ED) tidak lagi menjadi patokan ketika pasien atau apoteker membuka kemasan primer saat menyiapkan obat, tetapi menggunakan Beyond Use Date (BUD). Beyond Use Date (BUD) memiliki waktu yang lebih singkat daripada Expired Date (ED) obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu Kader dan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di Desa Sigumpar Kecamatan Sigumpar, tentang Expired Date (ED) dan Beyond Use Date (BUD) obat. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriftif kuantitatif dengan menggunakan tehnik total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Tingkat pengetahuan diukur dengan memberikan 25 item pertanyaan, yang terdiri dari 7 item pertanyaan tentang ED dan 18 item pertanyaan tentang Beyond Use date BUD obat. Hasil penelitian, diketahui Ibu Kader dan PKK yang memiliki pengetahuan baik tentang ED Obat sebanyak 1 orang (2,27%). Yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 22 orang (50%), dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 21 orang (47,72%). Sedangkan pengetahuan tentang BUD obat diketahui bahwa ibu Kader dan PKK yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 13 orang (29,55%), yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (31,82%) dan yang memiliki tingkat pengetahuan kurang adalah sebanyak 17 orang (38,63%). Pada hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang Expired Date dan mayoritas memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang Beyond Use Date obat.</p> 2026-07-21T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Masyarakat Sehat