https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/issue/feedJurnal Masyarakat Sehat2025-11-24T12:50:58+08:00Jurnal Masyarakat Sehatjurnalmasyarakatsehat@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Masyarakat Sehat (JMS)</strong> memuat artikel ilmiah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan dan keperawatan, yang berfokus pada penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.</p> <p>Sebagai media publikasi akademik, <strong>Jurnal Masyarakat Sehat (JMS)</strong> bertujuan untuk memberikan ruang bagi para dosen, peneliti, mahasiswa, serta praktisi untuk mendiseminasikan hasil kegiatan pengabdian yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Melalui penerbitan artikel-artikel berkualitas, JMS diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan pengetahuan, inspirasi bagi kegiatan pengabdian berkelanjutan, serta referensi ilmiah bagi pengembangan bidang kesehatan dan keperawatan di Indonesia.</p>https://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/3Pemberdayaan Masyarakat Dalam Aktivasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat: Asma Akut Di Desa Gasaribu2025-11-01T10:52:13+08:00Melva Manurungmanurungmelva275@gmail.comFerawati Gintinggintingferawati788@gmail.comNadya Silaennadyasilaen14@gmail.com<p><em>Asma merupakan gangguan inflamasi kronik pada saluran nafas yang melibatkan banyak sel-sel inflamasi seperti eosinofil, sel mast, leukotrin dan lain-lain. Inflamasi kronik ini berhubungan dengan hiperresponsif jalan nafas yang menimbulkan episode berulang dari mengi (wheezing), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk terutama pada malam dan pagi dini hari.</em><em>Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi penanggulangan asma akut Pada Masyarakat Desa Gasaibu Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba. Unsur-unsur yang terlibat Kepala Desa, kader, perangkat desa, Bidan desa, masyarakat, Dosen dan mahasiswa STIKes Arjuna. Kegiatan PKM dilaksanakan secara langsung dengan memberikan edukasi berupa ceramah dan pembagian leaflet tentang penanggulangan asma akut. PKM memberi dampak positif pada masyarakat hal ini terlihat dari peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penanggulangan asma akut, sebelum diberikan materi pengetahuan masyarakat mayoritas cukup 55.6%, dan setelah penyampaian materi pengetahuan masyarakat menjadi mayoritas baik 71.1%. Tujuan dari kegiatan ini sudah tercapai dan kegiatan tidak menemukan kendala, sehingga luaran yang diharapkan dapat tercapai.</em></p>2025-11-24T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Jurnal Masyarakat Sehathttps://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/4Penyuluhan tentang Cara Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi Di Desa Gasaribu 2025-11-01T11:04:40+08:00Dosmaida Nababandosmaidan@gmail.comTumpal Manurungmanroetumpal@gmail.comAlbertson Hutahaeanandikahthaean@gmail.com<p><em>Hipertensi adalah kondisi dimana seseorang mempunyai tekanan darah sistole lebih atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan darah diastole lebih 90 mmHg. Hipertensi di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter atau minum obat hipertensi pada penduduk usia >18 tahun sebanyak 658.201 orang, prevalensi kasus hipertensi di Jawa Barat sebesar 39,6%. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi pencegahan dan pengobatan hipertensi Pada Masyarakat Desa Gasaibu Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba. Unsur-unsur yang terlibat Kepala Desa, kader, perangkat desa, Bidan desa, masyarakat, Dosen dan mahasiswa STIKes Arjuna. Kegiatan PKM dilaksanakan secara langsung dengan memberikan edukasi berupa ceramah dan pembagian leaflet tentangpenvegahan dan pengobatan hipertensi. PKM memberi dampak positif pada masyarakat hal ini terlihat dari peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, sebelum diberikan materi pengetahuan masyarakat mayoritas cukup 62,9%, dan setelah penyampaian materi pengetahuan masyarakat menjadi mayoritas baik 65%. Tujuan dari kegiatan ini sudah tercapai dan kegiatan tidak menemukan kendala, sehingga luaran yang diharapkan dapat tercapai.</em></p>2025-11-24T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Jurnal Masyarakat Sehathttps://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/5Pemberdayaan Remaja melalui Penyuluhan Kesehatan tentang Bahaya Pergaulan Bebas2025-11-01T11:06:42+08:00Yolanda Anastasia Sihombingyolandaanastasia@unsrat.ac.idJenti Sitorusjentisitorus5@gmail.comElfrida Nainggolanelfridanainggolan29@gmail.comSelly Ruth Defiannasellyruthdef95@unsrat.ac.id<p><em>Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku berisiko, salah satunya adalah pergaulan bebas. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang bahaya pergaulan bebas dapat memengaruhi perilaku remaja terhadap nilai moral dan kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan remaja melalui penyuluhan kesehatan agar memiliki pemahaman dan sikap pencegahan terhadap pergaulan bebas. Kegiatan ini melibatkan 25 remaja. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 55% menjadi 90% setelah kegiatan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama penyuluhan. Pemberdayaan remaja melalui edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap bahaya pergaulan bebas, sehingga dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam promosi kesehatan remaja</em></p>2025-11-24T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Jurnal Masyarakat Sehathttps://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/6Pemberdayaan Masyarakat dalam Aktivasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Kecelakaan di Desa Sitoluama2025-11-01T13:20:22+08:00Tumpal Manurungmanroetumpal@gmail.comPinondang Siregarpinria85@gmail.comLola Manurung lolafebriantimanurung@gmail.com<p><em>Kecelakaan merupakan salah satu penyebab utama cedera dan kematian di masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang belum memiliki sistem tanggap darurat yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam aktivasi sistem penanggulangan gawat darurat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada korban kecelakaan</em><em> pada Masyarakat Desa Sitoluama Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba. Unsur-unsur yang terlibat Kepala Desa, kader, perangkat desa, Bidan desa, masyarakat, Dosen dan mahasiswa STIKes Arjuna. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, dan simulasi yang melibatkan kader kesehatan, masyarakat umum, serta tenaga puskesmas setempat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta dari rata-rata 52% sebelum kegiatan menjadi 89% setelah kegiatan. Masyarakat juga mampu melakukan tindakan awal yang benar terhadap korban kecelakaan seperti menghentikan perdarahan, menjaga jalan napas, dan menghubungi fasilitas kesehatan. Kesimpulannya, pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respon cepat terhadap kasus gawat darurat akibat kecelakaan di tingkat desa.</em></p>2025-11-24T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Jurnal Masyarakat Sehathttps://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/7Pemeriksaan Fisik Anak Dengan Pengukuran Tinggi Badan Dan Berat Badan Di Bukit Doa Taman Getsmane2025-11-02T00:35:04+08:00Harsudianto Silaenantosilaen4@gmail.comDior Manta Tambunandior.endlessbay@gmail.comRostime Hermayerni Simanullanghermayerni@gmail.comLam Murni Sagalalammurnisagala@gmail.comErwin Handokoerwinhandoko@murniteguhuniversity.ac.id<p><em>Gagal tumbuh pada balita yang berisiko menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada isu pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak melalui pemeriksaan fisik dasar, khususnya pengukuran tinggi badan dan berat badan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran orang tua dan guru mengenai pentingnya pemantauan status gizi serta memberikan edukasi tentang upaya pencegahan gangguan pertumbuhan pada anak. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dengan pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan, penyuluhan interaktif, serta pencatatan hasil dalam kartu pemantauan tumbuh kembang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai status gizi anak, serta ditemukan beberapa anak dengan indikasi gizi kurang, gizi baik dan gizi baik (pendek) dan lebih yang kemudian mendapat tindak lanjut. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan gizi anak secara berkelanjutan</em>.</p>2025-11-24T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Jurnal Masyarakat Sehathttps://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/8Pentingnya Menjaga Kebersihan Reproduksi Dalam Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Di Panti Asuhan Anugerah Kasih Abadi2025-11-06T14:29:51+08:00Nelly Dameria Sinagamidwifenelly7@gmail.comDior Manta Tambunandior.endlessbay@gmail.comFebri Theresia Sihalohofebriitheresiasihaloho@gmail.comNova Eininta Sitepunova.eininta@gmail.comNadya Siraitnadyasirait@gmail.comSiti Zahrasitizhra@gmail.comMega Roswita Sitorusmegaroswati@gmail.comLamhot Revaldo Siregarlamhotsiregar@gmail.comDavid Julio Tinambunandavidjulio@gmail.com<p><em>Kebersihan reproduksi merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan remaja di panti asuhan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kebersihan reproduksi kepada remaja di Panti Asuhan Anugerah Kasih Abadi. Metode kegiatan ini meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri (52,6%) dan remaja berusia 14-17 tahun (78,9%) memiliki kebutuhan khusus terkait kebersihan reproduksi. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi khusus tentang kebersihan reproduksi untuk remaja putri dan remaja pada fase pertengahan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan remaja di panti asuhan</em></p>2025-11-24T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Jurnal Masyarakat Sehathttps://jurnal.stikesarjuna.ac.id/jms/article/view/10Self-Compassion Agar Dapat Bertahan Hidup Di Panti Asuhan Anugerah Kasih Abadi2025-11-13T16:14:11+08:00Dior Manta Tambunandior.endlessbay@gmail.comFebri Theresia Sihalohofebriitheresiasihaloho@gmail.comNelly Dameria Sinagamidwifenelly7@gmail.comRustianna Tumangortumanggorrusti@gmail.comEnny Selawaty Boangmanaluennyboangmanalu@gmail.comMega Roswita Sitorusmegaroswati@gmail.comLamhot Revaldo Siregarlamhotsiregar@gmail.comDavid Julio Tinambunandavidjulio@gmail.comDesi Nehemia Siahaandesi@gmail.comMaria Sihitemaria@gmail.com<p><em>Anak-anak tinggal di Panti Asuhan dengan berbagai alasan seperti mengalami kematian/perceraian orangtua, kemiskinan, keluarga tidak harmonis atau broken home, dan ketidakmampuan orangtua dalam memberikan kasih sayang. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh staf pendidik bersama mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan dan Diploma 3 Kebidanan, Universitas Murni Teguh di Panti Asuhan Anugerah Kasih Abadi dengan topik self-compassion agar dapat bertahan hidup yang dihadiri oleh 46 orang anak berusia 6–18 tahun dan 6 orang pengasuh Anak. Pelaksanaan dimulai dengan registrasi, pembukaan acara, memberikan materi dan sesi tanya jawab, serta penutupan acara. Jenis Kelamin anak: mayoritas Perempuan sebanyak 25 orang (54.3%). Mayoritas anak berusia 11–15 tahun sebanyak 26 orang (56.5%). Mayoritas Lama Tinggal di Panti Asuhan Anugerah Kasih Abadi adalah >2 tahun sebanyak 27 orang (58.7%) dan Mayoritas anak Pernah Jumpa Orang Tua Setelah Tinggal di Panti Asuhan Anugerah Kasih Abadi sebanyak 37 orang (80.4%). Sementara Pengasuh Anak, mayoritas berjenis kelamin Perempuan sebanyak 5 orang (83.3%) dan setengah dari pengasuh anak berusia 30–40 tahun sebanyak 3 orang (50.0%). Materi diberikan melalui power point dan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Antusiasme Peserta PKM baik Anak maupun Pengasuh Anak untuk mengikuti kegitan dapat dilihat dari keaktifan di sesi tanya jawab sangatlah baik.</em></p>2025-11-24T00:00:00+08:00Copyright (c) 2025 Jurnal Masyarakat Sehat